SISTEM
SARAF
Pada saat kalian merasakan
lapar dan melihat ada makanan, apa yang kalian lakukan ? Sudah tentu kalian
pasti akan menunjukan ke arah makanan
tersebut,mengambilnya,kemudian
memakannya untuk menghilangkan lapar. Kegiatan itu dapat dilakukan karena
adanya kerja sama atau koordinasi dari alat-alat tubuh. Berdasarkan contoh
diatas,minimal ada tiga alat tubuh yang bekerja sama,yaitu kaki yang digunakan
untuk berjalan ke arah makanan,mata yang digunakan untuk melihat makanan, dan
tangan yang digunakan untuk mengambil makanan tersebut.
Kita dapat melakukan segala
aktivitas (kegiatan) secara teratur dan berjalan serasi karena di dalam tubuh
kita terdapat sistem pengaturan yang disebut sistem koordinasi meliputi tiga
macam yaitu sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Kegiatan-kegiatan
tubuh diatur oleh saraf. Saraf merupakan pengatur utama kegiatan-kegiatan
tubuh.
SISTEM
SARAF PADA MANUSIA
Sistem saraf mengatur dan
mengendalikan seluruh aktivitas tubuh sehingga susunan saraf mempunyai
kemampuan menerima rangsangan (impuls) tersebut ke pusat susunan saraf dan
kemudian memberikan tenggapan (respon) atau reaksi terhadap rangsangan tersebut
ke otot.
Saraf tersusun atas jaringan
saraf dan jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf (neuron)
1.Sel
Saraf
Bagian
terkecil dari sistem saraf disebut sel saraf. Sel saraf terdiri atas badan sel,
dendrit, dan neurit. Badan sel terdiri atas inti sel yang dikelilingi oleh
sitoplasma. Dendrit merupakan serabut pendek yang keluar dari badan, berfungsi
untuk menerima dan membawa rangsangan ke badan sel.
Neuritis
merupakan serabut panjang yang keluar dari badan sel,berfungsi untuk
menghantarkan rangsangan dari badan sel saraf ke sel saraf lainya. Di dalam
neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril
dibungkus oleh selaput mielin yang berfungsi untuk mempercepat jalannya
rangsangan. Selubung mielin tersusun atas kumpulan sel schwann bagi neurit dan
membantu pembentukan neurit. Selaput mielin tidak membungkus seluruh bagian
neurit yang letaknya terhapat di antara sel Schwann. Bagian ini disebut nodus
Ranvier yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman rangsanagan saraf.
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu:
a.
Sel
Saraf Sensoris
Sel saraf
sensorisa disebut juga sel saraf indra karena sel ini berhubungan dengan indra.
Sel saraf sensoris merupakan sel saraf yang berfungsi untuk menerima rangsangan
dari indra ke saraf pusat (ke otak atau ke sumsum tulang belakang)
b.
Sel
Saraf Motoris
Sel saraf
motoris disebut juga sel saraf penggerak karena sel ini berhubungan dengan otot
sebagian alat penggerak. Sel saraf motoris merupakan sel saraf yang berfungsi
untuk membawa perintah atau tanggapan dari saraf pusat (otak atau sumsum tulang
belakang) otot atau kelenjar tubuh.
c.
Sel
Saraf Perantara
Sel saraf
perantara merupakan sel saraf yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari
sel saraf sensoris ke sel saraf motoris. Sel saraf perantara dapat ditemukan di
dalam otak dan sumsum tulang belakang.
Jika panca indra kita kenal
rangsang maka indra akan memberikan implus. Implus merupakan pesan (rangsangan)
yang dibawa oleh sel saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Setelah
diproses di otak lalu implus diteruskan ke saraf motoris melelui saraf
penghubung. Selanjutnya motoris menghantarkan implus menuju otot atau kelenjar
sehingga otot atau kelenjar akan memberikan reaksi. Reaksi yang diberiakn oleh
otot atau kelenjar sesuai dengan perintah otak.
2.
Susunan Saraf
Susunan saraf pada manusia
terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan urat-urat saraf. Otak dan sumsum
tulang belakang, dan urat-urat saraf. Otak dan sumsum tulang belakang membentuk
susunan saraf pusat, sedangkan urat saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh
disebut susunan saraf tepi.
Dalam kehidupan sehari-hari
kita melakukan berbagai aktivitas baik yang kita sadari maupun yang tidak kita
sadari. Kegiatan-kegiatan yang kita sadari tiatur oleh saraf-saraf yang disebut
susunan saraf sadar. Susunan saraf sadar mengatur semua kegiatan berdasarkan
kemampuan kita. susunan saraf sadar terdiri atas susunan saraf pusat dan
susunan saraf tepi.contoh gerakan yang diatur oleh susunan saraf sadar adalah
berjalan,membaca,menendang bola, menulis dan sebaginnya.
Sedangkan kegiatan-kegiatan
yang tidak kita sadari diatur oleh saraf-saraf yang disebut susunan saraf tidak
sadar (autonom). Susunan saraf tidak sadar terdiri atas susunan saraf simpatik
dan susunan saraf parasimpatik. Susunan saraf tidak sadar berfungsi pada
alat-alat dalam seperti usus,jantung,hati,ginjal,dan sebagainya.
a. Susunan Saraf Pusat
Susunan saraf pusat mengatur
seluruh kegiatan tubuh. Otak dan sumsum tulang belakang merupakan pusat dari seluruh
sisitem saraf manusia
1)
Otak
Otak merupakan
pusat saraf yang paling utama. Otak terletak di dalam rongga tengkorak. Otak
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar,otak kecil dan sumsum lanjutan
a)
Otak
besar
Otak besar
merupakan pusat saraf utama dan bagian terbesar otak. Volum otak besar dewasa
kira-kira 1.500 cm³. otak besar terdiri atas dua belahan,yaitu belahan kiri dan
belahan kanan. Belahan kiri mengendalikan kegiatan tubuh bagian kiri dan bagian
kanan mengendalikan tubuh bagian kanan.
Otak besar
merupakan pusat pengendali semua kegiatan yang disadari,misalnya
berpikir,bergerak,berbicara,mendengar,melihat dan sebagainya.otak besar
tersusun atas dua apisan yaitu :
1.
Lapisan
luar
Lapisan luar (korteks) merupakan lapisan tipis berwarna kelabu dan banyak
mengandung badan-badan sel saraf. Permukaan lapisan ini berlipat-lipat untuk
memperluas permukaan sehingga dapat memuat jutaan sel saraf
2.
lapisan
dalam
lapisan dalam merupakan lapisan yang berwarna putih dan banyak terdapat
serabut-serabut saraf, yaitu neurit dan denrit.
b)
Otak
kecil
Otak kecil
merupakan pusat pengaturan keseimbangan dan mengkoordinasi otot-otot saat kita
akan melakukan suatu gerakan. Otak kecil terdiri atas dua belahan yaitu belahan
kanan dan belahan kiri yang kedua belahannya dihubungkan oleh jembatan Varol.
Bagian luarnya berwarna kelabu, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih.
c)
Sumsum
lanjutan
Sumsum lanjutan
disebut juga sebagai sumsum penghubung karena menghubungkan otak kecil dengan
sumsum tulang belakang.sumsum lanjutan terletak di depan otak kecil di bagian
bawah otak besar.
Susunan sumsum
lanjutan merupakan kebalikan dari susunan otak besar dan otak kecil, yaitu pada
bagian luarnya berwarna putih mengandung neurit dan dendrit, sedangkan bagian
dalamnya berwarna kelabu mengandung badan-badan sel saraf (neuron).
Sumsum lanjutan
berfungsi untuk mengatur denyut jantung,kecepatan pernapasan,serta kegiatan
tubuh yang tidak disadari (di luar kemauan kita)
2)
Sumsum
Tulang Belakang
Sumsum tulang
belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang,mulai dari
ruas-ruas leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua.Sumsum tulang
belakang sama dengan susunan sumsum lanjutan. Pada bagian dalam sumsum tulang
belakang terdapat bagian yang berbentuk sayap ke arah depan disebut akar ventral,
tetapi yang ke arah belakang disebut akar dorsal.
Pada sumsum
tulang belakng terdapat sel saraf perantara (penghubung) yang menghuungkan sel
saraf sensoris dan sel saraf motoris. Sumsum tulang belakang mempunyai fungsi
unuk menghantarkan implus dari otak dan menuju ke otak,serta sebagai pusat
pengatur gerak refleks.
a.Susunan Saraf Tepi
Susunan saraf tepi merupakan
serabut-serabut saraf yang terdiri atas 12
pasang serabut saraf otak dan 31 pasang serabut saraf sumsum tulang
keluar dari otak yang setiap pasangnya menuju ke alat-alat atau otot-otot
tertentu, seperti menuju ke alat indra.
Tiga puluh satu pasang
serabut saraf sumsum tulang belakang keluar dari sela-sela ruas tulang belakang
menuju ke bagian depan tubuh. Setiap pasangnya berhubungan dengan bagian-bagian
tubuh belakang merupakan gabungan urat saraf sensoris dan urat saraf motoris
menjadi satu berkas saraf.
bSusunan Saraf Tidak Sadar
Susunan saraf tidak sadar
terdiri atas susunan saraf simpatik dan susunan saraf parasimpatik. Kerja saraf
simpatik dan parasimpatik berlawanan.
Fungsi
Saraf Otonom
•Parasimpatik
• mengecilkan pupil
• mengecilkan pupil
•
menstimulasi aliran ludah
•
memperlambat denyut jantung
•
membesarkan bronkus
•
menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
•
mengerutkan kantung kemih
•Simpatik
• memperbesar pupil
• memperbesar pupil
•
menghambat aliran ludah
•
mempercepat denyut jantung
•
mengecilkan bronkus
•
menghambat sekresi kelenjar pencernaan
•
menghambat kontraksi kandung kemih
3.
Fungi Saraf
Saraf
mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai berikut
a.
Saraf
sebagai Alat Komunikasi
Saraf merupakan
alat komunikasi antara tubuh dan dunia di luar tubuh. Fungsi ini dilakukan oleh
indra sehingga dengan alat-alat indera ini kita dapat dengan mudah mengetahui
segala macam perubahan yang terjadi di luar tubuh.
b.
Saraf
sebagai Pengatur
Saraf merupakan
pengatur (pengendali) bekerjanya organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja
serasi sesuai dengan fungsinya masing-masing
c.
Saraf
sebagai Pusat Pengendali Tanggapan
Saraf merupakan
pusat pengendali tanggapan tubuh terhadap perubahan keadaan di sekitarnya.
Karenan fungsi saraf inilah sehingga jaringan saraf pada seluruh alat-alat
tubuh.
4.
Gerak Biasa dan Gerak Refleks
Dalam kehidupan sehari-hari
kita selalu melakukan berbagai macam gerak,baik gerak yang dilakukan secara
tiba-tiba (gerak refleks)maupun gerak yang disadari. Misalnya,ketika kaki kita
menginjak duri maka dengan cepat kaki kita akan tersentak dan tangan kita akan
mencabut duri yang menancap di kaki tersebut. Untuk beberapa saat kita tidak
akan merasakan apa-apa, tetapi lama keamaan kita akan merasakan sakit. Gerakan
tersebut merupakan gerakan yang tidak kita sadari disebut gerak refleks.
Sedangkan gerak seperti kita
melangkahkan kaki ke tempat tidur untuk istirahat, tangan mengambil buku dan
membacanya, naik sepeda dan sebagainya, merupakan gerakan yang disadari. Kita
menyadari bahwa kitalah yang memberi perintah kepada otot-otot untuk melakukan
gerakan.Gerak tersebut merupakan gerakan yang kita sadari disebut gerak biasa
a.
Gerak
Biasa
Pada gerak
biasa, implus dari indra diterima oleh saraf sensoris langsung disampaikan ke
otak. Kemudian, otak memberi respons (mengolah implus) dan respon tersebut
dibawa oleh saraf motoris menuju otot sehingga terjadilah gerak biasa.
Secara skematis,gerak biasa dapat dituliskan sebagai
berikut
|
Implus → Indra → Saraf
sensoris →Otak → Saraf Motoris → Otot
|
b.
Gerak
Refleks
Pada saat implus
diterima oleh saraf sensoris, sebagian ada yang menuju ke saraf motoris melalui
saraf perantara dan sebagian lagi ada yang menuju ke otak. Akan tetapi,
sesampainya implus ke otot lebih cepat dari sampainya implus ke otak sehingga
terjadilah gerak refleks. Karena adanya sebagian implus yang juga diterima oeh
otak maka gerak refleks yang telah dilakukan akan disadari juga. Secara
skematis, gerak refleks dapat dituliskan sebagai berikut.
|
Impus → Indra → Saraf → Sensoris → Saraf perantara → Saraf motoris → Otot
|
Gerak yang
dilakukan karena adanya rangsangan ke indra dapat merupakan berbagai macam
gerakan atau menghasilkan gerakan bola voli, tiba-tiba bola voli tersebut
mengarah ke tubuh kita, maka dengan itu kita akan menggeser posisi tubuh atau
melangkahkan kaki untuk menghindar dari bola voli tersebut.
5.
Pengaruh Obat-obatan dan Narkotik terhadap Sistem Saraf
Obat digunakan dalam dunia
kedokteran untuk menyembuhkan atau mengembalikan tubuh dalam keadaan seimbang
dengan lingkungan. Akan tetapi ada beberapa jenis obat yang bersifat
menghilangkan rasa sakit untuk sementara atau tidak menghilangkan penyebab
sakitnya. Obat-obatan yang bersifat menghilangkan rasa sakit untuk sementara
antara lain sebagai berikut.
a.
Alkohol
Alkohol
merupakan obat luar yang mempunyai kemampuan untuk membunuh kuman. Alkohol yang
diminumkan akan menekan rasa-rasa yang tidak menyenangkan, seperti gelisah,
takut, ragu-ragu, dan lain-lain. Oleh karena itu, banyak orang-orang
mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dengan harapan dapat menghilangkan
perasaan yang tidak menyenangkan tersebut.
Minuman
berakohol memang dapat menghilangkan perasaan yang tidak menyenangkan tersebut,
akan tetapi hanya bersifat sementara, rasa yang
tidak menyenangkan tersebut akan selalu muncul kembali.
Untuk menghilangkan
kembali dengan cara meminum minuman berakohol lagi.. Hal inilah yang
menyebabkan timbulnya kecanduan. Kecanduan artinya seseorang selalu didorong
keinginannya untuk meminum alkohol dengan kadar alkohol yang semakin meningkat,
sehingga menyebabkan mabuk (hilang kesadaran).
Seseorang yang
dalam keaadan mabuk, pandangannya menjadi kabur,hilangnya kendali pada alat
gerak dan otot mulut, serta melambatnya frekuensi pernapasan dan denyut
jantung.
b.
Narkotika
Narkotika
digunakan dalam dunia kedokteran untuk menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan
ketenangan. Apabila disalahgunakan narkotika dapat menyebabkan kecanduan.
Bahan-bahan yang termasuk ke dalam narkotika antara lain
opium,morfin,kodein,heroin, dan kokain.
c.
Valium
Valium adalah
obat yang menimbulkan rasa santai, tenang, dan tidak ada beban. Obat ini juga
dapat menimbulkan kecanduan.
d.
Amfetamia
Amfetamia adalah
obat perangsang yang dapat menyebabkan orang tetap terjaga. Penggunaan obat ini
dapat menimbukan kelelahan yang berlebihan sehingga kesehatan mengalami
kemunduran.
e.
Bahan
penikmat
Bahan penikmat,
seperti halnya alkohol dapat menyebabkan kecanduan. Oleh karena itu, dianjurkan
agar tidak mengonsumsinya rutin tiap hari. Contoh bahan penikmat antara lain nikotin
terdapat pada tembakau, kafein terdapat pada kopi, tein terdapat pada teh ,
sedangkan teobromin terdapat pada coklat.
6.
Kelainan pada Sistem Saraf
Kelainan pada sistem saraf
dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena adanya kerusakan pada
sistem saraf akibat luka, infeksi mikrooganisme,penggunaan obat-obatan atau
kerusakan yang sifatnya genetis. Bebebrapa contoh kelainan pada sisitem saraf
antara lain sebagai berikut:
a.
Amnesia
Amnesia dapat
disebabkan oleh kecelakaan pada kepala (gegar otak) yang menyebabkan trauma
sehingga penderita mengalami kebingungan dan kehilangan ingatan. Amnesia dapat
bersifat sementara atau bersifat permanen tergantung dari seberapa parahnya
trauma yang diderita oleh otak.
b.
Epilepsi
Epilepsi dapat
disebabkan oleh adanya gangguan penghantar implus listrik pada sel-sel saraf,
orang yang menderita tumor otak,trauma pengguna obat-obat bius dan penderita
cacat otak bawaan. Tetapi epilepsi pada umumnya terjadi karena penyebab yang
pasti.
Orang
yang terserang epilepsi mengalami kejang-kejang sampai dari mulutnya
mengeluarkan busa. Epilepsi bukan penyakit menular dan dapat disembuhkan jika
berobat secara teratur.
c.
Polio
Polio disebabkan
oleh infeksi virus polio pada sumsum tulang belakang. Umumnya virus ini menyerang
pada anak-anak. Infeksi pada virus polio menimbulkan deman,kelumpuhan, sakit
kepala yang berakhir pada hilangnya refleks, dan mengecilnya otot. Penyakit
polio dapat dicegah dengan imunisasi polio. Jika penyakit ini sudah timbul maka
tidak dapat diobati.
d.
Sakit
Kepala
Sakit kepala pada umumnya disebabkan oleh melebarnya
pembuluh darah pada daerah selaput otak. Pelebaran pembuluh darah ini umumnya
bukan merupakan penyakit tersendiri tetapi merupakan bagian dari timbulnya
gejala penyakit yang lebih serius.
e.
Meningitis
Meningitis terjadi karena infeksi virus atau bakteri
pada meninges (selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang).
Penyakit dapat bersifat ringan atau berkembang menjasi lebih parah tergantung
dari penyebabnya.
Untuk menghilangkan
rasa sakit kepala sering digunakan obat amfetamin
yang dijual bebes, sedangkan obat anestetik
digunakan dalam dunia medis untuk mengunangi rasa sakit.
Obat-obatan
tersebut jika digunakan sesuai dengan dosisi dapat berguna karena dapat
menghilangkan rasa sakit, tetapi jika digunakan secara berlebihan atau
disalahgunakan maka akan menimbulkan ketagihan dan timbulnya halusinasi secara
euforia (perasaan bahagia yang berlebihan). Obat- obat yang sering
disalahgunakan seperti morfin,opium,mariyuana,heroin,LSD dan sebagainya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar