Rabu, 21 Januari 2015

REAKSI PUTRI MALU TERHADAP RANGSANGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Tumbuhan putri malu sering dijumpai di sekitar sawah, kebun, rerumputan. Tumbuhan putri malu merupakan herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu dengan tinggi 0,3-1,5 meter. Tumbuhan liar di tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis yang ditemukan pada ketinggian 1200 meter di bawah permukaan laut.
Berikut ini ciri-ciri morfologi tumbuhan putri malu :
1. Daun
Berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm, berwarna hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu. Jika daun disentuh akan melipatkandiri, menyirip rangkap. Siripterkumpul rapat dengan panjang 4-5 cm.
2. Batang
Batang bulat, berambut, dan berduri temple. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah.
3. Akar
Akar berupa akar pena yang kuat.
4. Bunga
Bunga berbentuk bulat seperti boa, nertangkai, berwarna ungu/merah. Kelopak sangat kecil, bergigi empat, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju empat, seperti selaput putih.
5. Buah
Buah berbentuk polong, pipih seperti garis.
6. Biji
Biji bulat dan pipih.
Tumbuhan ini apabila disentuh maka daunnya akan menutup. Berbagai jenis perlakuan terhadap putri malu akan dicoba untuk mengetahui reaksi gerak nasti tumbuhan tersebut.



B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh arah rangsang dan jenis perlakuan terhadap putri malu?
C. IDENTIFIKASI MASALAH
Variabel bebas : bagian yang cepat terhadap rangsangan
Variabel terikat : waktu membuka dan menutup daun putri malu setelah diberi
perlakuan
Variabel control : tumbuhan putri malu
D. TUJUAN
Mengetahui reaksi putri malu setelah diberi berbagai macam perlakuan.
E. HIPOTESIS
Ada pengaruh atas berbagai macam perlakuan yang diberikan, yaitu saat diberi rangsangan berupa sentuhan terhadap tumbuhan putri malu.






















BAB II
METODE PENELITIAN

A. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Tulis
2. Tumbuhan Putri Malu
3. Jarum
5. Stopwatch
B. CARA KERJA
1. Memberi perlakuan pada putri malu :
a. Disentuh menggunakan jarum pada bagian atas permukaan daun dan
atas permukaan batang;
2. Mengamati gerak daun dan batang putri malu.
3. Menghitung waktu daun dan batang putri malu menutup dan membuka kembali menggunakan stopwatch.
4. Mencatat waktu yang diperlukan daun putri malu untuk membuka kembali setelah diberi rangsang.















BAB III
HASIL PENGAMATAN

Bagian yang cepat bereaksi pada rangsangan adalah bagian batang, dan bagian daun tidak cepat bereaksi karena disentuh ujung dari daun yang  menutup hanya satu daun tidak merambat. Sebaliknya bagian batang saat disentuh bantangnya layu kebawah, itu semua membuktikan bahwa bagian batanglah yang memiliki reaksi rangsangan yang cepat.
waktu menutup dan waktu membuka :
1 Di sentuh daunnya
Menutup  3 detik 7 menit dan membuka 2 detik
2.  Di sentuh batangnya
Menutup 4 detik 6 menit dan  membuka 24 detik





















BAB IV
PEMBAHASAN

Setiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh.
Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang
disalurkan melalui benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding sel yang disebut noktah.
Gerakan pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :
1. Gerak Higroskopis
Yaitu gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya : gerak membukanya kotak spora, pecahnya buah tanaman polong dan sebagainya.
2. Gerak Esionom
yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsang dari luar, yang terbagi atas 3 jenis, yaitu :
a. Tropi (Tropisme), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika mendekati rangsang dan Tropisme negative jika menjauhi rangsang. Bentuk tropisme antara lain : fototropisme atau heliotropisme, geotropi, dan sebagainya.
b. Taksis, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis : fototaksis, kemotaksis, dan sebagainya.
c. Nasti, yaitu gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti : niktinasti (rangsang berupa gelap), seismonasti (rangsangan sentuhan atau mekanik), dan nasti kompleks (rangsang tidak hanya satu).
3. Gerak Endonom
yaitu gerak yang belum/ tidak diketahui sebabnya, karena itu ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang menggerakkannya. Misalnya aliran plasma sel.Putri malu (Mimosa pudica) adalah tumbuhan sjenis leguminosa (kacang-kacangan) yang banyak ditemukan pada lahan terbuka seperti pinggiran jalan dan lahan tidur, baik pada lahan yang subur maupun pada tanah yang miskin unsur hara.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa waktu yang diperlukan putri malu untuk
menutup lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk membuka kembali. Dengan kata
lain putri malu cepat memberikan sanksi. Waktu untuk bereaksi terhadap berbagai perlakuan juga berbeda-beda, reaksi terhadap sentuhan lebih cepat dibandingkan reaksi terhadap perlakuan lainnya. Reaksi terhadap perubahan suhu di sekitar tumbuhan putri malu juga membutuhkan waktu yang lebih lama.
Putri malu memberikan reaksi paling lama, bila suhu disekitarnya rendah. Bila sudah bereaksi, tumbuhan putri malu lama kembali ke keadaan semula. Reaksi yang diberikan tumbuhan putri malu terhadap berbagai perlakuan adalah sama, yaitu daun putri malu menutup. Hal ini disebabkan karena perubahan turgor pada persendian daun. Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan Gerak menutupnya putri malu disebut gerak nasti. Gerak nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak semata-mata ditunjukkan kearah datangnya.
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.
















BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Tumbuhan putri malu adalah tumbuhan yang sangat peka terhadap rangsangan. Berbagai rangsangan yang diberikan (yaitu: sentuhan, diberi hawa panas, dan diberi hawa dingin) kepada putri malu memberikan pengaruh pada perilaku tanaman ini. Perilaku yang ditimbulkan akibat diberi rangsangan yaitu menutupnya daun putri malu. Waktu untuk menutupnya daun setelah diberi rangsangan sentuhan, lebih singkat dibandingkan waktu untuk menutupnya daun setelah diberi rangsangan yang lain. Rangsangan sentuhan merupakan rangsangan yang dapat diterima oleh tumbuhan putri malu dengan peka. Rangsangan berupa rangsang sentuhan dan rangsang suhu disebut nasti kompleks.
B. SARAN dan KRITIK
            Sebagi manusia penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, nampaknya masih masih banyak yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, penulis berharap adanya saran dan kritik dari para pembaca laporan ini yang bersifat membangun, demi perbaikan dimasa akan datang. Penulis menyucapkan terimakasih banyak kepada pihak-pihak yang turut mendorong dan membantu penulis untuk menyelesaikan laporan ini.




DAFTAR PUSTAKA

Hermana, Dodo.Ilmu pengetahuan alam kelas V SD.kanisius.yogyakarta
Sutresna,Nana dkk.2006 Ilmu pengetahuan alam kelas VIII.Grafindo.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar