BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Tumbuhan putri malu sering dijumpai di sekitar
sawah, kebun, rerumputan. Tumbuhan putri malu merupakan herba memanjat atau
berbaring atau setengah perdu dengan tinggi 0,3-1,5 meter. Tumbuhan liar di
tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis yang ditemukan pada
ketinggian 1200 meter di bawah permukaan laut.
Berikut
ini ciri-ciri morfologi tumbuhan putri malu :
1.
Daun
Berupa
daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun berbentuk
memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan
atas dan bawah licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm, berwarna hijau, umumnya
tepi daun berwarna ungu. Jika daun disentuh akan melipatkandiri, menyirip
rangkap. Siripterkumpul rapat dengan panjang 4-5 cm.
2.
Batang
Batang
bulat, berambut, dan berduri temple. Batang dengan rambut sikat yang mengarah
miring ke bawah.
3.
Akar
Akar
berupa akar pena yang kuat.
4.
Bunga
Bunga
berbentuk bulat seperti boa, nertangkai, berwarna ungu/merah. Kelopak sangat
kecil, bergigi empat, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju empat,
seperti selaput putih.
5.
Buah
Buah
berbentuk polong, pipih seperti garis.
6.
Biji
Biji
bulat dan pipih.
Tumbuhan
ini apabila disentuh maka daunnya akan menutup. Berbagai jenis perlakuan
terhadap putri malu akan dicoba untuk mengetahui reaksi gerak nasti tumbuhan
tersebut.
B.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana
pengaruh arah rangsang dan jenis perlakuan terhadap putri malu?
C.
IDENTIFIKASI MASALAH
Variabel
bebas : bagian yang cepat terhadap rangsangan
Variabel
terikat : waktu membuka dan menutup daun putri malu setelah diberi
perlakuan
Variabel
control : tumbuhan putri malu
D.
TUJUAN
Mengetahui
reaksi putri malu setelah diberi berbagai macam perlakuan.
E.
HIPOTESIS
Ada
pengaruh atas berbagai macam perlakuan yang diberikan, yaitu saat diberi rangsangan
berupa sentuhan terhadap tumbuhan putri malu.
BAB
II
METODE
PENELITIAN
A.
ALAT DAN BAHAN
1.
Alat Tulis
2.
Tumbuhan Putri Malu
3.
Jarum
5.
Stopwatch
B.
CARA KERJA
1.
Memberi perlakuan pada putri malu :
a.
Disentuh menggunakan jarum pada bagian atas permukaan daun dan
atas
permukaan batang;
2.
Mengamati gerak daun dan batang putri malu.
3.
Menghitung waktu daun dan batang putri malu menutup dan membuka kembali menggunakan
stopwatch.
4.
Mencatat waktu yang diperlukan daun putri malu untuk membuka kembali setelah diberi
rangsang.
BAB
III
HASIL
PENGAMATAN
Bagian yang cepat bereaksi pada rangsangan adalah
bagian batang, dan bagian daun tidak cepat bereaksi karena disentuh ujung dari
daun yang menutup hanya satu daun tidak merambat.
Sebaliknya bagian batang saat disentuh bantangnya layu kebawah, itu semua membuktikan
bahwa bagian batanglah yang memiliki reaksi rangsangan yang cepat.
waktu
menutup dan waktu membuka :
1
Di sentuh daunnya
Menutup
3 detik 7 menit dan membuka 2 detik
2.
Di sentuh batangnya
Menutup
4 detik 6 menit dan membuka 24 detik
BAB
IV
PEMBAHASAN
Setiap organisme mampu menerima rangsangan yang
disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu
bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi
tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh.
Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf,
maka pada tumbuhan rangsang
disalurkan
melalui benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding
sel yang disebut noktah.
Gerakan
pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :
1.
Gerak Higroskopis
Yaitu
gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya : gerak
membukanya kotak spora, pecahnya buah tanaman polong dan sebagainya.
2.
Gerak Esionom
yaitu
gerak yang dipengaruhi oleh rangsang dari luar, yang terbagi atas 3 jenis, yaitu
:
a.
Tropi (Tropisme), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah
rangsang. Tropisme positif jika mendekati rangsang dan Tropisme negative jika
menjauhi rangsang. Bentuk tropisme antara lain : fototropisme atau
heliotropisme, geotropi, dan sebagainya.
b.
Taksis, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh
rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa
bentuk taksis : fototaksis, kemotaksis, dan sebagainya.
c.
Nasti, yaitu gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang. Gerak
ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang.
Beberapa bentuk nasti : niktinasti (rangsang berupa gelap), seismonasti
(rangsangan sentuhan atau mekanik), dan nasti kompleks (rangsang tidak hanya
satu).
3.
Gerak Endonom
yaitu
gerak yang belum/ tidak diketahui sebabnya, karena itu ada yang menduga tumbuhan
itu sendiri yang menggerakkannya. Misalnya aliran plasma sel.Putri malu (Mimosa
pudica) adalah tumbuhan sjenis leguminosa (kacang-kacangan) yang
banyak ditemukan pada lahan terbuka seperti pinggiran jalan dan lahan tidur,
baik pada lahan yang subur maupun pada tanah yang miskin unsur hara.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa waktu yang
diperlukan putri malu untuk
menutup
lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk membuka kembali. Dengan kata
lain
putri malu cepat memberikan sanksi. Waktu untuk bereaksi terhadap berbagai
perlakuan juga berbeda-beda, reaksi terhadap sentuhan lebih cepat dibandingkan
reaksi terhadap perlakuan lainnya. Reaksi terhadap perubahan suhu di sekitar
tumbuhan putri malu juga membutuhkan waktu yang lebih lama.
Putri malu memberikan reaksi paling lama, bila suhu
disekitarnya rendah. Bila sudah bereaksi, tumbuhan putri malu lama kembali ke
keadaan semula. Reaksi yang diberikan tumbuhan putri malu terhadap berbagai
perlakuan adalah sama, yaitu daun putri malu menutup. Hal ini disebabkan karena
perubahan turgor pada persendian daun. Gerak ini disebut
seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh,
gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya
sentuhan
Gerak menutupnya putri malu disebut gerak nasti. Gerak nasti adalah gerak sebagian
tubuh tumbuhan yang arahnya tidak semata-mata ditunjukkan kearah datangnya.
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan
tumbuhan (herbivora) yang ingin
memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat,
dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan
ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat
lagi untuk memakannya.
BAB
V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Tumbuhan putri malu adalah tumbuhan yang sangat peka
terhadap rangsangan. Berbagai rangsangan yang diberikan (yaitu: sentuhan,
diberi hawa panas, dan diberi hawa dingin) kepada putri malu memberikan
pengaruh pada perilaku tanaman ini. Perilaku yang ditimbulkan akibat diberi
rangsangan yaitu menutupnya daun putri malu. Waktu untuk menutupnya daun
setelah diberi rangsangan sentuhan, lebih singkat dibandingkan waktu untuk
menutupnya daun setelah diberi rangsangan yang lain. Rangsangan sentuhan
merupakan rangsangan yang dapat diterima oleh tumbuhan putri malu dengan peka.
Rangsangan berupa rangsang sentuhan dan rangsang suhu disebut nasti kompleks.
B. SARAN dan KRITIK
Sebagi
manusia penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna,
nampaknya masih masih banyak yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, penulis
berharap adanya saran dan kritik dari para pembaca laporan ini yang bersifat
membangun, demi perbaikan dimasa akan datang. Penulis menyucapkan terimakasih
banyak kepada pihak-pihak yang turut mendorong dan membantu penulis untuk
menyelesaikan laporan ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Hermana,
Dodo.Ilmu pengetahuan alam kelas V SD.kanisius.yogyakarta
Sutresna,Nana
dkk.2006 Ilmu pengetahuan alam kelas VIII.Grafindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar